Jaringan investigasi ini akan membentuk ekosistem kolaboratif bagi para jurnalis di seluruh dunia. Bersama-sama, mereka akan mengungkap praktik-praktik industri perikanan dan industri ekstraktif yang merusak dan ilegal, ancaman sistemik terhadap keanekaragaman hayati laut dan masyarakat pesisir, serta rantai pasokan yang memfasilitasi permintaan global akan sumber daya laut yang semakin menipis.
Lautan yang sehat sangat penting untuk mengatasi ancaman lingkungan yang ada seperti pemanasan global, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Mencakup lebih dari dua pertiga planet ini, perairan dunia menyerap karbon dioksida dan panas, serta menghasilkan separuh oksigen yang kita hirup. Lautan menjadi habitat bagi beragam jenis tumbuhan dan hewan yang tak terhitung jumlahnya. Miliaran orang bergantung pada ikan untuk menu makanan sehari-hari, dan industri perikanan menyediakan lapangan kerja dan pendapatan di seluruh dunia.
Namun, kita justru menjarah dan mencemari sumber kehidupan yang menopang kita. Lautan telah menjadi benteng terakhir untuk peliputan lingkungan, mengungkap pemicu penurunan dan degradasi ini. Liputan yang akurat, independen, dan mendalam sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan membangun pemahaman tentang ancaman laut, mengkaji solusi, dan memfasilitasi perubahan di dunia nyata.
Pada tahun 2023, Pulitzer Center, sebuah organisasi nirlaba global yang mendukung jurnalisme independen dan inovatif, meluncurkan program hibah dan fellowship kelautan yang unik. Berdasarkan model yang sukses dari inisiatif peliputan hutan hujan yang menjadi perintis, program ini bertujuan untuk memperluas dan meragamkan komunitas global yang terdiri dari reporter, editor, dan outlet yang melakukan investigasi dan menerbitkan laporan mendalam tentang kelautan, dalam sebuah jaringan yang terus belajar dan berkembang.
Pendaftaran kini dibuka untuk angkatan ketiga Ocean Reporting Network (ORN), program beasiswa bagi jurnalis profesional untuk menghabiskan satu tahun penuh meliput berita maritim yang mendalam atau investigatif.
Kami mengundang proposal yang ambisius mengenai ancaman utama kelautan seperti perubahan iklim, penangkapan ikan yang berlebihan dan ilegal, hilangnya keanekaragaman hayati dan polusi, serta spesies, ekosistem, dan masyarakat yang terkena dampaknya. Lami juga sangat mendorong proposal tentang topik yang belum banyak dilaporkan yang masih memerlukan perhatian, seperti pertambangan laut dalam, pembangkit energi laut, ekonomi biru dan kredit karbon, sumber daya genetik laut dan pembagian hasil, pelayaran, penghapusan karbon dioksida di laut dan rekayasa genetika laut, budidaya perairan , kawasan lindung laut (pengembangam implementasi, dan pengelolaan), isu-isu kutub, produksi tepung ikan, dan banyak lagi.
Kami secara aktif mencari investigasi yang mencakup, atau dirancang khusus untuk, pendekatan kolaboratif lintas batas.
Kami juga memiliki dua tempat untuk beasiswa yang didedikasikan untuk investigasi yang berfokus pada transparansi dan tata kelola. Hal ini termasuk mengungkap struktur keuangan yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan dan rantai pasokan yang tidak lestari. Topik-topik kelautan yang relevan dapat berupa praktik bendera dan pelabuhan kemudahan, subsidi pemerintah, kontrol pemantauan dan pengawasan, perjanjian akses penangkapan ikan, celah perpajakan, kepemilikan manfaat, rantai pasok makanan laut, perdagangan satwa liar ilegal, dan banyak lagi.
Kami secara khusus mengundang aplikasi dari negara-negara di belahan dunia Selatan, dan mencari lebih banyak laporan dari Asia-Pasifik, Afrika bagian timur dan Amerika Selatan.
Pelamar bisa berstatus sebagai staf atau pekerja lepas, dan tersedia hingga sembilan beasiswa. Fellowship penuh waktu selama satu tahun ini akan menanggung gaji reporter dan menyediakan biaya liputan tambahan. Untuk mengenal para alumni Fellows 2023 dan mengetahui lebih lanjut tentang liputan mereka, klik di sini.
Para Fellows akan didukung dari editor khusus kelautan, Jessica Aldred, seorang jurnalis lingkungan berpengalaman dengan spesialisasi pelaporan dan penyuntingan isu kelautan selama tujuh tahun terakhir, dan editor Pulitzer Center terkemuka lainnya, termasuk Gustavo Faleiros dan Marina Walker Guevara. Mereka akan menerima pelatihan topik dan keterampilan secara rutin dan bekerja sama dengan tim Data dan Riset kami, yang dipimpin oleh Editor Data Kuek Ser Kuang Keng dan Editor Riset Jelter Meers. Para fellows akan berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka di seluruh dunia, memanfaatkan keterampilan, jaringan, dan perspektif yang beragam.
Inisiatif ini juga akan mendapat manfaat dari tim Engagement di Pulitzer Center. Para Fellows akan mendapat dukungan dari koordinator pendidikan dan outreach setempat, yang akan mengidentifikasi peluang terbaik untuk membagikan laporan mereka dengan audiens yang beragam.
Ocean Reporting Network merupakan bagian dari Unit Investigasi Lingkungan Pulitzer Center, yang juga mendukung pelaporan dan investigasi di wilayah Amazon, Lembah Kongo, dan Asia Tenggara. Program ini didanai oleh Norad, lembaga bantuan Norwegia, yang memberikan jaminan eksplisit atas kebebasan penuh redaksi bagi Pulitzer Center dan juga bagi para Fellow dan organisasi berita terkait.
APA YANG KAMI CARI
- Ide liputan yang menarik, berdampak, inovatif, dan dikembangkan dengan baik dan yang dapat dikembangkan selama satu tahun - bukan hanya liputan satu kali, atau liputan tentang topik umum.
- Jurnalis lingkungan yang berpengalaman - pekerja lepas atau staf - yang bekerja dengan media lokal, regional atau internasional, dalam format online, cetak, radio dan video.
- Tim jurnalis yang mengusulkan kolaborasi lintas batas. Harus ada seseorang yang memimpin aplikasi dan mengelola proyek
- Tim jurnalis berdedikasi yang akan mendedikasikan satu tahun penuh untuk melakukan investigasi kelautan dan menerbitkannya secara berkala sesuai jadwal yang telah disepakati bersama dengan Pulitzer Center dan para editor.
- Dukungan dari ruang redaksi dan redaktur yang akan bekerja sama dengan Fellow selama satu tahun. Tidak hanya dalam menerbitkan cerita mereka, tetapi juga mengelola proyek dan keuangan, menyusun dan mengikuti rencana peliputan, serta secara rutin memberikan dukungan dan sumber daya dari ruang redaksi. Untuk informasi lebih lanjut tentang apa artinya hal ini bagi ruang redaksi, baca FAQ kami.
MANFAAT BAGI OCEAN REPORTING FELLOW
- Akses ke data dan dokumen serta kesempatan untuk mengasah keterampilan data Anda dengan dukungan dari tim data dan riset Pulitzer Center;
- Peluang pelatihan khusus seperti penggunaan citra satelit dan perangkat digital lainnya dalam investigasi, riset korporat dan pelacakan aliran dana, dan banyak lagi;
- Peluang untuk bekerja dan berkolaborasi dengan jurnalis lain untuk liputan lintas negara dan wilayah dan yang dapat mencapai dampak global yang sesungguhnya;
- Komunitas kolega sepemikiran yang akan terus berlanjut setelah masa fellowship Anda berakhir.
- Bimbingan dan arahan
- Gaji yang sesuai dengan pengalaman.
Harap diperhatikan bahwa kandidat yang terpilih akan bekerja secara jarak jauh atau daring.
BATAS WAKTU DAN JADWAL
Pendaftaran Fellowship dibuka pada hari Senin, 11 Agustus 2025, dan ditutup pada Jumat, 12 September 2025, pukul 23:59 WIB.
Kandidat yang masuk daftar terpilih akan diwawancarai pada Oktober 2025dan memulai fellowshipselama 12 bulan pada awal Januari 2026.
Kami mendorong aplikasi dalam bahasa Inggris, tetapi kami menerima materi dalam bahasa lain jika diperlukan.
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi Jessica Aldred [email protected] atau Gustavo Faleiros di [email protected]
Kami mendorong proposal dari para jurnalis dan ruang redaksi yang mewakili beragam latar belakang sosial, ras, etnis, dan kelompok-kelompok yang kurang terwakili, serta latar belakang ekonomi.
LEBIH BANYAK DI UNIT LINGKUNGAN
PERSEKUTUAN IKLIM & LINGKUNGAN
Rainforest Investigations Network
Rainforest Investigations Network (RIN) berupaya memanfaatkan pelaporan investigasi dan kolaborasi lintas negara untuk mengangkat kisah-kisah yang berkaitan dengan perubahan iklim, korupsi, dan tata kelola di tiga wilayah hutan hujan tropis utama dunia: Amazon, Lembah Kongo, dan Asia Tenggara.
HIBAH IKLIM & LINGKUNGAN
Rainforest Reporting Grant
Rainforest Reporting Grant memberikan dukungan pendanaan jangka pendek berbasis proyek kepada jurnalis yang ingin melaporkan tentang hutan hujan tropis di tiga wilayah utama: Amazon, Afrika Tengah, dan Asia Tenggara. Kami mencari proposal pelaporan yang ambisius yang membahas isu-isu penting seperti deforestasi ilegal, hak-hak masyarakat adat, industri ekstraktif, keanekaragaman hayati, dan banyak lagi.