Di balik permukaan laut yang tenang, kapal-kapal tanpa identitas masih berlayar dalam gelap. Mereka mencuri ikan, mengaburkan asal tangkapan, dan meninggalkan jejak kehancuran bagi ekosistem dan masyarakat pesisir. Dikenal sebagai dark ships, kapal-kapal ini beroperasi lintas batas negara, memanfaatkan celah hukum dan ketimpangan ekonomi global untuk terus melanggengkan praktik penangkapan ikan ilegal.
Investigasi lapangan jurnalis Pulitzer Center mengungkap bagaimana jaringan kompleks ini bekerja, mulai dari perusahaan penampung hasil laut yang tak transparan hingga kebijakan yang gagal melindungi nelayan kecil. Dampaknya tak hanya ekologis, tetapi juga sosial dan politik. Laut kehilangan keseimbangannya, sementara masyarakat pesisir kehilangan sumber hidupnya.
Untuk membahas persoalan ini, The Conversation Indonesia bekerja sama dengan Pulitzer Center menghadirkan diskusi Conversation Corner “Why Are Modern Pirates Still Ruling Our Seas? Unpacking the Political and Economic Drivers of Illegal Fishing.”
Tayang pada Kamis, 30 Oktober 2025, diskusi mempertemukan jurnalis dan akademisi dalam dialog terbuka tentang ekonomi kelautan, politik kekuasaan, dan dampak sosial dari illegal fishing yang terus meluas.
Kini, kami ingin memperluas percakapan tersebut melalui Call for Write-Up: Mengurai Jejak Bajak Laut Modern di Laut Kita, sebuah undangan bagi peneliti dan akademisi untuk menulis refleksi, analisis, atau gagasan baru berbasis riset dan bukti lapangan.
Apa yang bisa ditulis?
Tulisan bisa berupa refleksi singkat, kritikan, atau analisis yang mengaitkan temuan jurnalistik dalam diskusi Conversation Corner kali ini dengan penelitian dan kebijakan publik.
Syarat dan ketentuan teknis:
- Merefleksikan pemikiran dan ide terhadap karya jurnalistik yang tertera pada referensi.
- Panjang tulisan 600–900 kata.
- Ditulis dalam Bahasa Inggris (disarankan) atau Bahasa Indonesia, dengan gaya populer dan mudah diakses pembaca luas.
Referensi:
"The Dark Side of the Natuna and Arafura Seas" dilaporkan oleh Abdus Somad, Fellow Ocean Reporting Network, Pulitzer Center/ Jaring.ID.
Hadiah:
- Kesempatan publikasi di The Conversations Indonesia (1 pemenang tulisan terbaik dari tiga episode webinar TCID x Pulitzer Center) di Q1 2026
- Satu pemenang tulisan terbaik mendapatkan uang tunai sebesar IDR 5.000.000
Batas pengiriman: 30 November 2025
Kirim tulisanmu ke: http://bit.ly/WriteUp-Ocean
Laut adalah ruang hidup, bukan ladang rampasan. Saatnya suara riset, kebijakan, dan jurnalisme berpadu untuk menyingkap praktik yang mengancamnya. Setiap naskah akan dinilai oleh tim juri Pulitzer Center berdasarkan relevansi dan orisinalitas topik, kekuatan argumen dan data pendukung, kejelasan dan koherensi penulisan, kreativitas, serta kepatuhan terhadap standar etika dan ketentuan teknis.
Untuk memperkuat tulisanmu, tonton ulang diskusi Conversation Corner episode “Why Are Modern Pirates Still Ruling Our Seas? Unpacking the Political and Economic Drivers of Illegal Fishing” di kanal YouTube @ConversationIDN
Tulis refleksimu, kirim gagasanmu, dan jadilah bagian dari upaya memperjuangkan laut yang adil dan berkelanjutan!
Narahubung: Binar Lestari, SEA Education Coordinator, email: [email protected]